Wed, Aug 19 | Zoom Meeting Application

CEO Talks Beyond Theory

Oil and Gas Industries: The Challenge and Opportunity During and Beyond Crisis
Registration is Closed

Time & Location

Aug 19, 2020, 7:30 PM – 9:00 PM
Zoom Meeting Application

About the Event

Oil and Gas Industries:

The Challenge and Opportunity During and Beyond Crisis

Sebagai respon anjloknya harga minyak mentah dunia, SKK Migas bakal merevisi sejumlah program kegiatan hulu migas. Hal ini diperlukan koordinasi dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendapatkan langkah antisipasi yang tepat supaya target produksi dan pengembangan lapangan tetap sama dengan rencana kerja dan anggaran (WP&B) tahun 2020. SKK Migas akan membantu KKKS dengan meningkatkan pelayanan perizinan yang lebih baik dan kemudahan pembebasan lahan. Harapannya, biaya yang dikeluarkan KKKS dapat semakin efisien dan program dapat tercapai tepat waktu.

Bisnis migas, di samping upstream tentu tidak kalah pentingnya dari sisi downstream pasar lubricant termasuk produksinya tentunya juga terdampak dengan menurunnya mobilitas orang dan barang dalam masa pandemi covid 19 ini.

Pemerintah tetap perlu melakukan berbagai upaya untuk menjaga investasi migas tetap menarik baik dari hulu sampai hilir, dari upstream sampai ke downstream. Pasalnya tren investasi di sektor migas tengah mengalami penurunan. Selama tahun 2019 investasi yang masuk hanya 12,5 miliar dolar AS lebih rendah dari capaian 2018 di kisaran 12,6 miliar dolar AS sekaligus capaian tahun 2016 di angka 12,7 miliar dolar AS. Belum lagi, dampak penurunan harga minyak baru-baru memperburuk ketidakpastian yang sudah ditimbulkan Covid-19 sehingga diyakini memengaruhi kepercayaan diri investor. Dampaknya sudah terasa pada sejumlah keluarnya modal asing yang masuk ke Indonesia atau capital outflow.

Di sisi lain, pukulan berat bagi KKKS dampak dari anjloknya harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP. Apalagi ICP bulan Juli naik tipis US$0.32 ke posisi US$61.32 per barel. Angka ini sangat jauh dari asumsi makro ICP di APBN 2020 yang sebesar US$ 63 per barel. Kondisi ini mengkhawatirkan, KKKS mulai menghitung tingkat keekonomian investasi di Indonesia. Dampak lebih jauhnya akan membuat investasi hulu jeblok. Bahkan diperkirkan investasi hulu tahun ini akan turun 20-30%. ICP US$ 30 per barel secara umum masih tetap bisa profit. Caranya dengan melakukan penyesuaian di beberapa program seperti opex harus dipotong 10-20% dan capex dipangkas 20-30%. Jika ICP di bawah US$ 30 per barel akan menggunakan format yang sama. Hanya saja potongan capex dan opex nya lebih besar.

Pertanyaan:

1.      Strategi apa yang akan dilakukan SKK Migas untuk mengimplementasikan kebijakan yang telah digariskan oleh Kementerian ESDM? Bagaimana caranya agar investasi di bidang migas ini tetap diminati investor? Bagaimana progres usulan 9 stimulus fiskal?

2.      Pandemi menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi. Demand terhadap energi juga menurun, imbasnya pada permintaan minyak dan gas. Apakah ini berarti bagus dari sisi penghematan cadangan fosil yang non renewable resources?

3.      Forbes Middle East memberitakan Q2 2020 Saudi Aramco meraih profit US$6.6 milyar, sementara lainnya loss. Exxon Mobil rugi US$1.3 milyar, BP 6.7, Total 8.4 dan Shell fantastis 18.4. Apakah ini juga akan melanda Indonesia?

4.      Sebagai imbas penurunan harga minyak dunia, membuat KKKS harus melakukan efisiensi ketat dengan menekan biaya produksi agar tetap dapat beroperasi untuk menjaga ketahanan energi nasional dan mencapai target penerimaan negara yang telah ditetapkan pemerintah dalam APBN 2020. Efisiensi seperti apa yang akan diterapkan KKKS? Apakah akan ada PHK?

5.      Indonesia adalah pasar pelumas terbesar di Asia Tenggara. Motor roda dua, Indonesia adalah pasar ke 3 terbesar di dunia setelah India dan China. Lubricant Oil Blending Plant milik Shell di Marunda diperluas dari 7,5 ha menjadi 9 ha untuk mencapai produksi 300 ribu kilo liter pelumas per tahun. Saat ini pelumas yang diproduksi dalam negeri 908.360 KL/tahun dimana setengahnya masih harus impor. Padahal kapasitas terpasang seluruh pabrik 2.040.000 KL/tahun. Apakah ini nanti bisa meniadakan impor pelumas yang saat ini menurut data Kemenperin dilakukan oleh 144 importir?

6.      Pembangunan Proyek Tangguh Train 3 terganggu. SKK Migas sudah meminta BP juga menyiapkan rencana dan strategi lanjutan untuk merespon dampak Covid-19 yang timbul dengan adanya pembatasan pergerakan tenaga kerja. Apa recovery plan untuk bisa back on the track dimana semula Tangguh Train 3 direncanakan selesai pada kuartal III 2020, namun kemudian

diundur satu tahun menjadi 2021, dimana produksi gas nantinya sebagian besar akan diserap PLN tidak terganggu.

Hari, Tanggal           : Rabu, 19 Agustus 2020

Waktu                   : 19.30-21.00 wib

Media                   : Zoom Meeting  Webinar https://us02web.zoom.us/j/81922937134

Keynote Speaker : Dr. Dwi Soetjipto Kepala SKK Migas

Pembicara :

1.      Bapak Moektianto Soeryowibowo, M.Sc

Head of Country BP Indonesia

2.      Ibu Dian Andyasuri, MBA

President Director, Country Chair Shell Indonesia

Moderator       : Marius Gumono, MM (Pengamat Energi, Alumni MM FEB UI)

Registration is Closed

Share This Event

FOLLOW US 
  • Facebook
  • Instagram
@2020 IKATAN ALUMNI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS INDONESIA