Wed, Jul 08 | Zoom Meeting Application

CEO TALKS Beyond Theory

"Retail Business in New Normal: Recreate New Strategy to Survive”
Registration is Closed

Time & Location

Jul 08, 2020, 7:30 PM – 9:00 PM
Zoom Meeting Application

About the Event

Sejak awal bulan Juni 2020, masa transisi menuju kenormalan baru telah dimulai. Ada 102 daerah yang diperkenankan memasuki tahapan New Normal. Tapi, tidak sedikit pula yang masih harus menjalani PSBB transisi. Di Pulau Jawa, pusat ekonomi Indonesia, hanya tiga daerah yang termasuk zona hijau dan diperkenankan memasuki tahapan new normal, yaitu Kota Tegal, Kota Madiun, dan Kota Sukabumi. 

Kegiatan usaha dan pusat perbelanjaan kembali dibuka. Pelonggaran atas PSBB di sektor bisnis ini dilakukan agar perekonomian tidak makin terpuruk. Menurut Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, penurunan di sektor ritel mencapai Rp 12 triliun selama dua bulan terakhir (Jawa Pos, 19/06/2020). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sendiri mencatat ada 190 mal yang ditutup sementara (Jakarta Post, 28/5/2020) saat PSBB, sehingga menurunkan tingkat kunjungan konsumen dan menggerus hingga 98% pendapatan peritel (Bisnis Indonesia, 18/5/2020). 

Padahal, pada kuartal I 2020, kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat 10,68 persen, tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kuartal sebelumnya selama lima tahun terakhir. Konsumsi domestik pun memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB selama lima tahun terakhir. Pada triwulan I 2020, misalnya, kontribusi konsumsi terhadap PDB tercatat naik hingga 58,14 persen (Tempo, 19/06/2020). Pemerintah pun memiliki harapan tinggi kepada bisnis retail, untuk menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi di era normal baru akibat dampak pandemi covid-19.

Ada beberapa tantangan besar yang menghadang bisnis retail untuk kembali tumbuh. Pertama, konsumsi yang menjadi salah satu growth driver utama, terganggu karena pendapatan kelas menengah yang menurun. Di sisi lain, traffic kunjungan ke pusat belanja, maupun berbagai jenis outlet retail lainnya, mengalami penurunan pesat. Selain daya beli yang tertekan, mereka mengalami penurunan keinginan untuk berbelanja karena berusaha menghindari penularan virus selama pandemi. 

Kedua, terganggunya arus kas para peritel. Pengeluaran bisnis ritel terbesar terletak pada biaya operasional. Toko-toko, terutama yang berada di dalam mal, pendapatannya belum kembali normal. Tetapi, biaya sewa tempat, biaya pemeliharaan, dan lainnya harus tetap dibayarkan.  Ketiga, perubahan pola transaksi. Pembatasan mobilitas, membuat pola transaksi sebagian konsumen berubah. Semakin banyak yang beralih ke platform digital. Memang kontribusi e-commerce sendiri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia baru mencapai Rp 125 triliun di tahun 2017. Hanya, perkembangannya semakin pesat dalam beberapa tahun belakangan.  

Untuk itu, Ikatan Alumni Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI MM UI), mengadakan CEO Talks, Beyond Theory, dengan judul “Retail Business in New Normal: Recreate New Strategy to Survive”, bersama para pembicara terkemuka di industrinya.  

Acara ini akan dilaksanakan pada:  

Hari, tanggal  : Rabu, 8 Juli 2020  

Pukul             : 19.30-21.00 wib  

Pembicara :

1. Roy Mandey, Commissioner of the Matahari Group - Lippo, Chairman Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO)

2. Ricky Afrianto, Global Marketing Head/Director, MAYORA Group

Moderator:

Herzaky Mahendra Putra, CEO Strikeforce Indonesia, Ketua I Bid Komunikasi ILUNI MM UI

Book your seat now at:  https://bit.ly/Ceotalks0807  

Zoom webinar link: https://us02web.zoom.us/j/82228085767

Registration is Closed

Share This Event

FOLLOW US 
  • Facebook
  • Instagram
@2020 IKATAN ALUMNI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS INDONESIA