Search

CEO TALKS BEYOND THEORY “The War of Fintech ‘Conventional’ VS ‘Digital Financing”


ILUNI MMUI kembali melaksanakan Event CEO Talks 2 pada 5 September 2018 dengan tema “The War of Fintech ‘Conventional’ VS ‘Digital Financing”. Acara ini dihadiri oleh beberapa pembicara, diataranya Mierza Adityaswara (Senior Deputy Goverment of Bank Indonesia sekaligus Ketua Umum ILUNI FEBUI), Indra Utoyo (Director Operational BRI Tbk), Erwin Haryono (Director Bank Indonesia) dan Adrian Gunadi (Co-funder & CEO Investree). Sebanyak 500 seat kusi yang disediakan dipenuhi oleh peserta seminar yang tergabung dalam Mahasiswa, Pengusaha, Karyawan Perusahaan serta para profesional di bidang bisnis.


Tantangan bisnis di era digital mengharuskan setiap pelaku bisnis melakukan tindakan yang efektif dan efisien. Berkembangnya teknologi yang semakin pesat, dewasa ini membuat berbagai macam inovasi bermunculan, salah satunya teknologi Fintech. Fintech merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial. Secara lebih detail, Fintech diatrikan sebagai inovasi finansial yang memiliki aplikasi teknologi khusus. Dengan kata lain fintech merupakan salah satu segmen start-up. Tujuan Fintech ini sendiri adalah untuk memaksimalkan penggunaaan teknologi, mengubah, mempertajam, dan atau mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.


Hal ini tentu sangat berpengaruh bagi dunia finansial, khususnya di Indonesia. Melalui kegiatan CEO Talks 2 akan dibahas banyak hal mengenai Fintech. Berikup pemaparan beberapa narasumber.


Mierza Adityaswara – Senior Deputy Goverment of Bank Indonesia sekaligus Ketua Umum ILUNI FEBUI.

Mierza Adityaswara lahir di Surbaya pada tanggal 9 April 1965. Mierza menyelesaikan pendidikannya di bidang Applied Finance di Universitas Macquarie, Sydney, Australia pada tahun 1995. Perjalanan karier Mierza sendiri diawali sebagai seorang Bankir di Jakarta. Selanjutnya ia juga bekerja di perusahaan sekuritas asing dan nasional. Saat ini ia menjabat sebagai Senior Deputy Goverment of Bank Indonesia.


Pada saat seminar berlangsung, ia menyampaikan bahwa Industri Perbankan harus melakukan transformasi digital untuk mengejar inovasi yang ditawarkan oleh Fintech. Menurutnya perusahaan Tekfin saat ini mampu menawarkan berbagai layanan jasa keuangan yang mudah di akses oleh masyarakat. Lebih jauh lagi, jangkauanya bisa mencapai masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh oleh Bank. Mierza menegaskan kembali bahwa sumber daya manusia industri perbankan sudah mulai bergeser, khususnya pada bidang teknologi informasi. Disisi lain, BI berjasa OJK juga harus lebih intens dala enyiapkan regulasi.

Di lain hal, banyak pula tantangan yang akan dihadapi, khususnya tantangan internal. Ia mengungkapkan bahwa biaya yang mesti dikeluarkan dalam inovasi teknologi dirasa cukup ahal. Namun, tetap saja resiko ini harus di jalani demi sistem yang lebih baik. Ia menambahkan kembali bahwa harus ada kesiapan dari semua elemen bisnis untuk menghadapi perubahan ini karena invovasi teknologi akan terus enerus berkembang. Kita harus siap akan hal itu.


Indra Utoyo – Director Operational BRI Tbk

Indra Utoyo lahir di bandung pada 17 februari 1962. Saat ini Indra menjabat sebagai Director Operational BRI Tbk. Dalam pemaparanya, Indra Utoyo mendukung perkembangan Teknologi Fintech. Ekosistem teknologi informasi yang merambah sektor digital memberikan perubahan terhadap visi pemerintah Indonesia, yakni Indonesia berusaha menjadikan kekuatan digital untuk menghadapi perkembangan industri kreatif teknologi dan informasi.


Andrian A Gunadi - Co-funder & CEO Investree

Dalam pemaparan seminarnya Andrian menjelaskan mengenai penggunan Fintech Indonesia. Sebagian besar porfolio Fintech di Indonesia di dominasi segmen UMKM. Fintech sendiri di dukung oleh OJK dan Bank Indonesia. Hadirnya Fintech sendiri adalah sebagai pembantu pelaku usaha dalam menangani masalah keuangannya. Sebagai Co-funder & CEO Investree, Andrian A Gunadi melakukan berbagai acam terobosan yakni menjadi satu-satunya marketplace lending platform. Investree sendiri merupakan salah satu Mitra Distribusi Penjualana Kementeriuan Keuangan Republik Indonesia.


Erwin Haryono – Director Bank Indonesia

Melalui Kegiatan seminar ini, Erwin Haryono menyampaikan bahwa Bank Indonesia mencoba untuk mendorong perkembangan ekonomi digital sebagai new souce of economic growth atau dalam bahasa Indonesia di sebut dengan istilah sumber pertumbuhan ekonomi baru. Namun, disisi lain pengambil kebijakan di Indonesia harus tepat dalam memberikan respons memadai untuk menghadapi disrupsi berupa perkembangan digitalisasi. Menurutnya Indonesia belum memberikan respon yang baik terhadap disrupsi ini jika dibandingkan dengan Thailand yang sudah membentuk Kementerian Ekonomi Digital sejak lima tahun yang lalu. Di Indonesia sediri pada tahun 2018 terdapat data yang menunjukkan dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 165,4 juta jiwa terdapat 132,7 juta pengguna internet, 130 juta pengguna sosial media aktif, 1779,9 juta pengguna ponsel dan 120 juta pengguna sosial ponsel aktif. Hal ini tentu menjadi peluang pada perkembangan ekonomi digital di dalam negeri.


Perkembangan yang pesat pula di dukung dengan bermunculannya e-commerce dan perusahaan fintech yang bersinggungan langsung dengan bisnis bank. Oleh sebab itu, setiap pelaku ekonomi maupun regulator diharapkan memiliki insight potensi ekonomi digital juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.


Antusiasme peserta dalam menghadiri kegiatan ini bisa dibilang sangat luar biasa. Disamping mereka bisa mendengar secara langsung perihal kunci berbisnis, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi satu sama lain terkait tema yang di hadirkan. Diharapak kegiatan ini bisa terus berlangsung dan bisa menjadi sarana belajar untuk seluruh lapisan masayarakat, terutama pembisnis.